Kisah Burung Walet

December 10, 2008

Zaman dahulu kala ada seekor burung phoenix yang sangat lihai membuat sarang. sarang yang dibuatnya sangat kuat dan rapi.

akhirnya burung-burung lain pun tertarik untuk belajar kepada sang Phoenix.

suatu hari burung hantu, burung elang, burung walet, burung gereja mencari sang phoenix untuk belajar.

setelah dibujuk, akhirnya phoenix pun setuju untuk membagikan rahasianya kepada mereka.

” Dalam membuat sarang, yang paling penting adalah lokasi, pilihlah di pohon yang bagus” phoenix memulai penjelasannya.

” Ah… kalau seperti itu pun, aku sudah tahu ” pikir burung hantu, dia pun terbang meninggalkan phoenix karena ternyata pelajaran phoenix biasa-biasa saja.

” selain itu harus mencari kayu yang bagus untuk membuat sarang, agar sarangnya tahan lama ” lanjut phoenix.

” sarang yang kubuat selalu menggunakan kayu yang bagus, semua orang sudah tau harus pakai kayu bagus” pikir burung gereja, dia pun terbang meninggalkan phoenix.

” pada saat menganyam sarang, kita harus lakukan dengan telaten, agar setiap ranting teranyam dengan baik” lanjut phoneix.

” ternyata cuma itu toh, aku sudah tau semuanya kok ” pikir burung elang, dia pun lantas terbang meninggalkan tempat.

yang tersisa hanya burung walet, yang dengan cermat mendengarkan ajaran phoenix.
” tapi syarat-syarat yang saya sebutkan tadi belumlah cukup untuk membuat sarang yang bagus, yang PALING PENTING adalah usahakan membuat sarang yang tidak kena hujan atau sinar matahari langsung , carilah tempat yang teduh seperti dibawah atap rumah, kemudian usahakan agar sarang tersebut hangat, alasi dengan rumput. “

Akhirnya walet yang mendengarkan sampai selesai penjelasan phoenix mengerti cara membuat sarang yang bagus. itulah sebabnya sarang burung walet mahal, karena dia dengan setia mendengarkan penjelasan phoenix tentang cara membuat sarang.

meski ini cuma cerita anak-anak, tapi ada pelajaran yang sangat dalam yang bisa kita petik.

kadang kita sesudah mempelajari sesuatu hal, merasa sudah menguasainya dengan sempurna. sehingga memandang remeh jika ada orang lain yang menjelaskannya kepada kita, menganggap diri sudah tau.

AKibatnya kita menutup diri dari ilmu baru, padahal mungkin saja penjelasan orang lain, meskipun kita sudah tahu, kadang ada hal-hal kecil yang disampaikan orang lain yang akan menambah pengetahuan kita.

jadilah seperti sebuah gelas kosong yang mampu menerima apa pun, belajar TA tidak ada habisnya selalu ada hal baru yang bisa kita pelajari, yang terpenting selalu perhatikan apa yang diajarkan oleh orang lain, meski itu adalah yang sangat sederhana.

Money Management

December 10, 2008

Berikut penjelasan singkat mengenai Money Management yang saya ambil dari beberapa buku :

tujuan dari MM adalah preserve capital, yaitu bagaimana kita mengatur agar risk dari setiap trade tidak akan mengamcam capital kita.

ada banyak metode MM, masing-masing metode memiliki kelebihannya, jadi dalam pemilihan penggunaannya, kembali kepada masing-masing trader, hendaknya pemilihan metode tersebut disesuaikan dengan karakter anda.

METODE MM:
1. UNIT per jumlah tertentu.
metode ini lebih cocok untuk futures.
dalam metode ini kita menentukan berapa lot/kontrak yang akan dibeli berdasarkan uang yang ada di dalam account.
misalnya kita menentukan untuk setiap Rp 1.000.000 kita akan membeli 1 kontrak future / 1 lot saham tertentu.

jadi jika modal yang dimiliki Rp 50.000.000 , maka maksimal kontrak yang bisa dibeli adalah 50 kontrak.

kelemahan dari metode ini adalah tidak memperhatikan volalitas dari masing2 instrumen yang dibeli. karena masing-masing memiliki karakter yang berbeda.

anda tidak bisa menyamakan karakter dari saham UNVR sama dgn saham BUMI

2. Equal value Unit.

cara kerja metode ini adalah membagi modal yang dimiliki menjadi beberapa bagian yang sama.

misalnya untuk account Rp 50.000.000 , dibagi menjadi 10 bagian.
sehingga masing-masing bagian menjadi Rp 5.000.000

jadi untuk setiap pembelian, maksimal hanya Rp 5.000.000.

metode ini lebih cocok diterapkan terhadap saham dibandingkan metode 1.
selain praktis dalam penggunaannya, juga cukup bagus dalam mendistribusikan risk.

3. Persentase Risk

metode ini yang saya gunakan.
pertama-tama, ditentukan terlebih dahulu berapa % dari modal yang akan “dipertaruhkan” dalam setiap trade.

penentuan % risk ini sepenuhnya tergantung pada masing-masing pribadi, dimana level comfort anda.
saya memilih 0.5% dalam setiap trade.
jangan pernah melebihi 2% untuk setiap trade.

misalnya anda memiliki modal Rp 100.000.000
anda memilih 2% risk untuk tiap trade.
jadi dalam setiap trade maksimal risk yang ditanggung adalah
2% * Rp 100.000.000 = Rp. 2.000.000

setelah mengetahui max risk, kemudian kita menentukan berapa lot saham yang bisa dibeli.

entry dan cut loss poin akan menentukan berapa banyak saham yang bisa dibeli

misalkan anda hendak membeli saham TLKM di 7000 dgn cut loss di 6500
dalam transaksi ini risk per saham adalah 7000-6500 = 500

kemudian bagilah maks risk dengan risk per saham
2.000.000 / 500 = 4000 lembar

maka maksimal saham TLKM yang bisa dibeli adalah 4.000 lembar atau 8 lot.

namun jika anda hendak membeli TLKM di 7000 dgn cut loss di 6000, total lot yang bisa dibeli akan berkurang.
karena risk per saham akan menjadi 7000-6000 = 1000

2.000.000 / 1000 = 2000 lembar

maka yang bisa dibeli adalah 2000 lembar atau 4 lot.

file MM yang saya berikan, akan menghitung secara otomatis berapa lot yang bisa dibeli. anda cukup menginput entry dan cut loss poin.

4. Persentase volatility

metode ini adalah pengembangan dari metode 3, dimana kita akan membeli lebih banyak pada saham yang memiliki volatility lebih tinggi.

saya pernah mencoba metode ini, tapi metode ini seperti pisau bermata dua, jika saham yang dibeli up kita memang akan mendapat gain lebih banyak.

tapi jika saham yang dibeli drop, kita akan loss lebih banyak juga.
karenanya saya kembali menggunakan metode 3, karena saya merasa lebih comfort.

pertama-tama, hitung rata2 volatilty saham tersebut dalam 50 hari terakhir, agak repot memang karena kita harus menghitung volatility dari masing-masing saham.
kemudian angka ini yang dimasukkan ke file MM untuk menghitung lot yang bisa dibeli

semoga bermanfaat

The Butterfly Effect

December 10, 2008

“The flapping of a butterfly’s wings in China could cause tiny atmospheric changes which over a period of time could effect weather patterns in New York.”

Dapat anda bayangkan, sebuah hal yang kecil saja, kepakan sayap dari seekor kupu-kupu ternyata dapat memberi pengaruh yang demikian besar. Saya pertama kali tahu teori ini saat nonton film ” butterfly effect” , setelah browsing di internet ternyata teori ini memang dapat dibuktikan secara ilmiah.

Dalam proses trading , saya selalu berusaha untuk ingat teori ini, bahwa hal-hal yang kecil jika dilakukan dengan benar akan dapat meningkatkan gain. contohnya trading record, setiap kali order saya done, saya akan segera mencetak chart saham tersebut, kemudian menambahkan catatan seperlunya, pekerjaan ini biasanya cuma membutuhkan waktu tidak sampai 5 menit, namun manfaatnya besar sekali.

Demikian juga, setiap kali sesi 1 tutup, saya akan segera memproses data mid-day untuk metastock, penyiapan data ini tdk sampai 1 menit, namun membantu sekali dalam proses stock-picking saya. karena dalam sehari saya melakukan screening saham sebanyak 2 kali.

untuk naik ke lantai 2 , anda pastilah bukan melompat keatas, tapi menaiki anak tangga satu demi satu, demikian juga untuk mendapat gain dalam saham, haruslah dengan melakukan hal kecil demi hal kecil secara benar.

Good luck

Are You Afraid of Loss ???

December 10, 2008

Sejak kecil kita selalu dituntut untuk mengerjakan segala sesuatunya dengan benar, di sekolah jika kita salah dalam mengerjakan soal yang diberikan guru, kita akan dianggap murid yang bodoh. selalu akan ada hukuman yang diberikan atas kesalahan yang kita buat, entah itu hukuman fisik ataupun nilai yang rendah.

Akibatnya kita tumbuh jadi pribadi yang selalu menghindari kesalahan, jika menghadapi suatu masalah, kita akan berusaha untuk menyelesaikannya secara ‘aman’. kita tidak berani mengambil resiko.

Demikian pula halnya dalam trading, kita akan selalu berusaha menghindari loss, seakan-akan loss adalah sesuatu hal yang sangat tabu. jika saham yang dipegang sedang turun, kita cenderung untuk bertahan sampai saham itu naik kembali.

Namun jika kita memperoleh gain, kita pastilah akan sangat senang, dan menceritakan ke semua org ttg keberhasilan kita. kegembiraan berlebihan seperti ini mencerminkan ketidak percaya-dirian kita. Bukankah tujuan kita membeli saham, adalah untuk mendapatkan gain ? jadi JIKA SAHAM TERSEBUT NAIK, MEMANG ITULAH YANG SEHARUSNYA TERJADI. tidak perlu ditanggapi secara berlebihan.

jika proses stock-picking anda berdasarkan analisa yang mendalam, bukan berdasarkan feeling atau lemparan koin, maka menderita loss memberi pelajaran yang jauh lebih banyak dari pada mendapat gain. karena dalam proses pemilihan saham yang gain, itu adalah penerapan dari pengalaman2 yang lalu, anda telah tahu bagaimana pola yang akan terbentuk sebelum suatu saham bergerak. apa yg ditunjukkan indikator2 dll, sehingga pada saat gain, anda praktis tidak mendapatkan pengetahuan baru.

Namun pada saat menderita loss, anda akan dapat melihat dimana kelemahan dari proses stock-picking anda. SETIAP KALI LOSS, ANDA AKAN TAHU SATU LAGI CARA UNTUK LOSS. sehingga kali berikut, anda sdh tahu hal apa yang harus dihindari.

Jadi janganlah takut pada loss, manfaatkanlah loss sebagai alat untuk menyempurnakan keputusan trading anda.

Good luck

How to Trade For a Living

December 10, 2008

Artikel ini cuma pengalaman pribadi saya dalam cari makan di bursa, karena banyak member yg minta tips2 bagaimana trading for a living, semoga bisa bermanfaat..

Saya dulu kerja sebagai analis, setelah equity yang terkumpul agak cukup, saya kemudian resign, coba2 trading untuk diri sendiri.

sejak awal , saya berusaha disiplin, ‘gaji’ tiap bulan cuma 1% dari portofolio,perhitungan saya,

1.setiap bulan maksimal tolerance loss saya adalah 5 % dari portofolio (jika
dalam bulan berjalan, loss sdh melewati 3 %, saya akan mengurangi bobot trading)
2. gaji perbulan adalah 1 % dari portofolio

kita ambil situasi yg paling buruk, dalam sebulan max portofolio saya akan berkurang 6 %. artinya butuh 100 / 6 = 16 bulan, sebelum saya jatuh bangkrut.

Gaji 1 % ini mgkn terlalu konservatif. tapi ini adalah level comfort saya.

jika dihitung , setiap kenaikan Rp 1.000.000 dalam portofolio, bulan depannya saya cuma naik gaji Rp 10.000 :)

Pernah ada member yg minta saran saya, katanya hendak berhenti kerja , ingin konsentrasi menjadi full time trader, saran saya : hitung dulu , berapa kira2
kebutuhan hidup anda per bulan (masukkan juga kebutuhan yg mendadak), kemudian kalikan dgn 150. jika saat ini portofolio anda lebih besar dari angka tersebut, anda mungkin boleh mempertimbangkan untuk jadi full time trader, jika lebih kecil sebaiknya jangan dulu. Jangan hanya karena untung yang cukup besar dalam beberapa bulan, anda menjadi terlalu percaya diri. sehingga meninggalkan pekerjaan yg sekarang, too risky.

Juga setelah menjadi full time trader, jika ternyata equity anda malah drop
tinggal 50%. sebaiknya cepat2 mulai mempertimbangkan usaha lain, karena artinya trading tidak cocok untuk anda.

Sampai di sini, pasti ada yg bertanya, jika sudah bisa trade for a living, kenapa masih bikin milis? di www.klubsaham.com malah pernah ada yg bilang: kenapa masih mau ngumpulin uang receh bikin milis, sebenarnya awal pendirian milis jsx_trader, karena mencontoh milis di luar.

saya pernah melihat milis yang menjual rekomendasi saham. jadi iseng mencoba menjual rekomendasi juga, lumayan kan bisa mendapat penghasilan tambahan. ( saat ini member yang join lebih dari 5 bln sekitar 70-an org, THANKS TO ALL OF YOU GUYS )

Jadi mohon maaf kepada member yang minta setiap kali rekomendasi harap diattach chart, serta dijelaskan alasan masuk dll, malah ada yg minta dibikinkan simulasi hasil trading, berapa gain, berapa loss dll, waks… nanti malah lebih sibuk urus milis, tidak bisa trading hehehe….

Money Management & Performance

December 10, 2008

Dear member, saya baru saja meng upload file money management versi terbaru

file ini merupakan perbaikan dari money management yangg telah anda download, sejak saya mengupload file MM , banyak hal baru yang saya pelajari, file MM ini pun pelan2 diperbaiki . tidak tertutup kemungkinan akan ada lagi perbaikan.

ada hal baru yang saya tambahkan, saya berusaha menggabungkan performance report ke file MM. dalam menghitung performance, saya menggunakan expectancy (berapa rupiah yang anda harapkan dari setiap rupiah yang dipertaruhkan)

jika expectancy anda minus, artinya trading plan anda ada masalah, anda cuma akan selalu loss. tujuan kita adalah selalu mendapat expectancy yg positif. semakin besar expectancy, semakin bagus kinerja anda.

R yang dimaksud dalam sheet money management adalah risk yang anda siap tanggung,ini merupakan rumus dari total saldo * % risk. usahakan agar dalam setiap trading loss yg di derita tidak lebih besar dari 1R.

cara pengisian MM sama dgn biasanya, angka2 untuk menghitung performance sudah menggunakan rumus.

dalam sheet PL , saya membagi kolom menjadi bulanan, jika data transaksi anda melebihi baris yg ada, silahkan insert baris, tapi jangan lupa mengcopy rumusnya

Jika ada hal2 yang belum jelas silahkan bertanya

Money Management sebagai Pelampung

December 10, 2008

Bulan ini saya loss sampai 9% lebih. 1/3 dari gain bulan lalu habis :(
No body to blame, at least saya agak bersyukur saya masih disiplin mengikuti MM.

Saat gain agak banyak bulan lalu, sempat timbul rasa arogan, merasa diri terlalu hebat, Sempat terpikir untuk tidak mengikuti MM, berapa dana yang tersisa, pakai saja semuanya untuk belanja.

” Kan sekarang lagi super bullih, index mau ke 2000 ” syukurlah saya memilih untuk tetap disiplin ikut MM, jika tidak, pada waktu market sempat minus 80-an mungkin sudah bangkrut.

bagi member baru yang masih bingung dengan istilah MM, MM adalah singkatan dari Money management, anda dapat mendownloadnya di http://finance.groups.yahoo.com/group/Jsx_trader/files/

ada juga tutorial untuk memakainya. secara default dalam setiap transaksi kita cuma mempertaruhkan 0.5 % dari total portofolio. (ini adalah level yang comfort bagi saya , namun persentase nya tergantung dari risk tolerance masing2 orang).

Jadi jika portofolio anda adalah 100 juta, maka setiap kali transaksi, kita cuma mempertaruhkan 500.000, File money management ini secara otomatis akan menghitung berapa lot sebaiknya anda membeli suatu saham.(namun anda harus terlebih dahulu memasukkan entry dan cut loss point nya)

Juga saya membatasi maksimal hanya memegang 8 jenis saham (dengan toleransi tambahan 2 jenis jika market lagi bullish) jadi maksimal risk yang saya tanggung adalah
10* 0.5 % = 5 % dari total portofolio. Memang pada saat masa bullish, rasanya keuntungan kita tidak maksimal, karena kita tidak all out di suatu saham.

Namun pada saat masa sulit seperti sekarang, saat arah market susah diprediksi, kemarin bisa +30, hari ini -30 cuma gara-gara regional jelek, Money management bisa menjadi pelampung bagi kita jika tiba-tiba ada badai.

Namun trading style yang akan digunakan semuanya kembali kepada rekan-rekan sekalian, ini cuma sedikit masukan dari saya. semoga bermanfaat bagi anda

Pentingnya Beramal

December 10, 2008

Dalam masa bullish seperti saat ini, saya yakin portofolio rekan-rekan sekalian berkembang dengan pesat. (Saya pribadi terpaksa merevisi target annual return 45 % karena telah terlampaui bulan lalu)

namun dalam masa panen raya seperti saat ini, hendaknya kita tetap mengingat atas kebesaran Tuhan yang telah memberi kita kebijaksanaan dan kemampuan dalam menganalisa market.

Janganlah pada saat masa2 rugi, setiap hari kita memohon kepada Tuhan, namun dalam masa2 untung kita seakan melupakan karunia yang telah kita dapatkan.

Janganlah lupa untuk menyumbangkan sebagian kecil dari profit yang telah didapatkan pada mereka yang kekurangan. Ini sebagai wujud rasa terima kasih kita kepada Tuhan.

Saya yakin banyak rekan-rekan yang telah terbiasa memberikan sebagian kecil profitnya, ini cuma ajakan untuk rekan-rekan yang belum terbiasa, Anggap lah sumbangan yang kita berikan itu sebagai pajak Penghasilan :)

Pengalaman pribadi saya, ada banyak modifikasi indikator TA yang saya dapatkan secara tidak sengaja, juga modifikasi trading system yang kadang idenya muncul secara tidak sengaja.

Intinya, segala kemajuan kita dalam trading adalah karunia Tuhan, yang telah menambahkan kebijaksanaan kepada kita, sehingga kita dapat melihat market dengan pandangan yang lebih jernih. Cara kita untuk membalas karunia itu adalah dengan mengembalikan sebagian profit kepada sesama yang lebih membutuhkan

Lesson From Winning Blackjack Player

December 10, 2008

What do winning blackjack players and great trend followers have in common?

They are in business: Successful blackjack players and great traders pursue their goals as a business, not as a leisurely pursuit. From blackjack to trading, making serious money demands they get serious. As a result, the winners take a completely different approach towards betting from people who play for the action, the excitement and, of course, the dream of winning big.

1. They keep records: People who are successful at either trading or gambling, keep detailed records. Keeping records builds confidence and discipline. You are keeping a journal of your decision-making of when, where,why and how much you bet on each trade or wager. The idea is to reach a comfort zone for yourself and stay within that zone whenever you are tempted to leave it, which will happen, we assure you. Keeping records is a part of managing your money, and if you are not disciplined in your money management, you are going to lose your entire bankroll.

2. They are calm, cool and collected: To become even-tempered about money takes practice. You must force yourself to detach. You want to create an abstract money world where profits and losses are viewed in terms of abstract dollars. In this abstract world you don’t get excited about profits and you don’t get down about losses. You don’t want your emotions to go up and down with your account equity. If you can’t control greed, fear and hope — trading might not be for you.

3. They are running a marathon: Successful gambling, like long-term trend following is a marathon. If you try to sprint, you’re going to lose the race. It’s just business.

Salah Adalah Bagian dari Analisa

December 10, 2008

Jika sesudah cut loss, harga malah naik kembali, apa reaksi anda?
Apakah anda akan marah2, karena telah menjualnya?
apakah anda akan segera buru-buru buy back?
ataukah putus asa, mengatakan bukan rezeki kita?

dalam trading saham, pastilah banyak sekali kesalahan yang akan kita perbuat. pada saat melakukan kesalahan, jangan pernah merasa malu untuk mengakuinya.
trading saham bukan lah pekerjaan yang menuntut kita selalu benar, tapi pekerjaan yang menuntut agar portofolio kita terus berkembang.

Contoh PGAS, pada saat kemarin saya memutuskan untuk menjual di 9250, itu berdasarkan beberapa pertimbangan.
ternyata PGAS masih kuat naik, saya baru memutuskan buy back hari ini setelah pertimbangan2 yang menjadi dasar keputusan saya terbukti salah. dan buy back di 9800.

dalam melakukan buy back terhadap saham yang dicut loss, selalu melakukan asumsi sebagai pembelian baru, bukan sebagai pembelian balas dendam.

Beginilah trading saham, selalu ada kesalahan :)


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.